kliping hari ini : berita tentang wafat-nya prof. widjojo nitisastro

berita tentang kematian prof. widjojo nitisastro menjadi headline di surat kabar kompas hari ini (10/03/2012). prof. widjojo adalah mantan menteri dan ketua bappenas di era orde baru. hal yang menarik dari berita yang dimuat di kompas ini adalah tentang pemikiran prof. widjojo tentang pembangunan ekonomi. dari berita yang saya baca di surat kabar kompas dituliskan profil dan salah satu pemikiran prof. widjojo, yaitu :

“dalam pandangan widjojo, pembangunan ekonomi tak sekedar mengejar laju pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus berangkat dari persoalan manusia. pertumbuhan ekonomi tidak aka nada artinya tanpa pembangunan manusia melalui pengendalian populasi serta berbagai program pembangunan kesehatan dan pendidikan”

berikut penampakan kliping koran tentang wafat-nya prof. widjojo nitisastro :


penampakan prof. widjojo lainnya yang saya dapatkan di internet :


-------------------------------------------------
kode kliping : f004
jenis kliping : artikel kliping sosial budaya
judul : - warisan widjojo perlu dilanjutkan
- obituari : arsitek ekonomi indonesia berpulang
penulis : kompas
sumber : kompas
tanggal terbit : 10 maret 2012

kliping koran kekuasaan media dan “citra” politik

ketika hendak memejamkan mata—berlayar ke pulau kapuk—he…he… saya review sedikit apa yang telah / sudah lakukan hari ini. Ternyata ada dua hal yang tidak sempat lakukan hari ini, pertama membaca surat kabar. dan yang kedua adalah membuat kliping. Kebetulan ada tiga hari surat kabar yang terbit (selasa, rabu, kamis) yang belum saya baca. Mata yang sudah “lima watt” saya paksa untuk melek membaca surat kabar lalu membuat kliping…

ada satu berita atau opini… saya kurang bisa mendefinisikan “kelamin” dari tulisan tersebut yang dimuat di halaman 5…di lajur kolom kanan bawah… tapi, jujur tulisan tersebut saya menarik buat saya, menurut saya mantap juga kalau dijadikan kliping, karena tulisan tersebut bisa dijadikan referensi atau bahan mentah yang kapan-kapan bisa dengan mentah-mentah saya tiru ketika saya membuat tulisan…he..he…


sesuai dengan judul postingan yang saya tulis, begitulah kurang lebih isi dari kliping tersebut. Berikut beberapa “isi” dari kliping itu :

Pertama,
media, terutama di negara demokrasi, memiliki “kekuasaan” dalam membentuk citra politik dan opini publik

Kedua,
opini publik si Negara demokrasi merupakan kekuatan politik yang sering disebut sebagai “kekuatan keempat sesudah legislatif, eksekutif dan yudikatif).

Ketiga,
Berkat dukungan teknologi , media memiliki kekuasaan besar, memiliki daya jangkau luas dan menyebarkan berita serta opini politik. Media juga mampu melipatgandakan pesan politik dalam jumlah besar. Hal lain adalah bahwa media mampu melipatgandakanpesan politik dalam jumlah besar dan mampu mengbangkitkan wacana public.

Keempat,
Teori agenda setting yang diperkenalkan oleh Maxwell Mc Combo’s and Donald shaw kian menegaskan peranan besar media dalam dunia politik.

Kelima,
Media memiliki kekuatan merumuskan kembali realitas yang ada menjadi kemasan sesuai dengan pola media.

Keenam,
Dengan kekuasaan yang dimiliki media, setiap kelompok kepentingan, seperti pemerintah, kekuatan politik atau pengusaha berupaya untuk menguasai dan mengendalikannya


-------------------------------------------------
kode kliping : F003
jenis kliping : artikel kliping sosial politik
judul : citra politik : perebutan kuasa media
penulis : ato - kompas
sumber : kompas
tanggal terbit : 8 maret 2012

kliping Koran : kebangkitan mobil nasional

alhamdulillah bisa menulis postingan lagi, sebuah langkah untuk bisa menjaga konsistensi untuk terus rutin membuat postingan. untuk postingan kali ini, saya menuliskan kliping koran dari opini yang dimuat di surat kabar kompas (06/02/2012). judul dari opini tersebut adalah : kebangkitan mobil nasional ? ditulis oleh mudrajad kuncoro, guru besar ilmu ekonomi feb ugm. isi dari opini tersebut berkaitan dengan masalah sosial ekonomi, yaitu tentang kehadiran mobil esemka yang bisa dijadikan sebagai momentum dari kebangkitan industri otomotif atau mobil nasional di tanah air.


point penting dari opini ini yang menurut saya menarik adalah tentang 4 hal yang perlu dilakukan agar mobnas laku dipasaran dan jadi tuan di negeri sendiri. 4 hal tersebut adalah :
pertama, perlunya komitmen penuh dan perencanaan jangka panjang dari pemerintah.
kedua, mendorong kemitraan strategis dengan para pemain global dalam pengembangan mobnas.
ketiga, mengembangkan mobnas tidak hanya sekedar prototype, desain dan produksi mobil yang aman bgi konsumen dan ramah lingkungan, tetapi juga harus lulus berbagai uji sebelum di produksi masal.
keempat, mengembangkan industry terkait pendukung dengan aliansi antara pemerintah, industriawan, investor dan peneliti.

-------------------------------------------------
kode kliping : F002
jenis kliping : artikel kliping sosial ekonomi
judul : kebangkitan mobil nasional
penulis : mudrajad kuncoro
sumber : kompas
tanggal terbit : 6 pebruari 2012

sebagai pelengkap saya tambahkan penampakan dari mobil esemka yang saya dapatkan dari google :



kliping koran : republik tanpa nakhoda

lama tidak membuat kliping dan menulis postingan di blog ini… jadi rindu juga untuk menulis. Dan, postingan ini, mudahan bisa jadi permulaan dari langkah saya untuk bisa memulai lagi rutinitas menulis postingan di blog ini…. Sebagai langkah pertama, saya membuat kliping sosial politik yang saya ambil dari opini yang dimuat di surat kabar kompas, 31 januari 2012, yang di tulis oleh donny gahral adian dengan judul : republik tanpa nakhoda


Dari kliping tersebut, ada beberapa pemikiran yang dapat saya pelajari :

1#
politik di Indonesia seperti bekerja di dalam dua yang berbeda, satu ada di dalam ruang politik kelembagaan. Dan yang satunya lagi berada di ruang politik lapangan.

2#
kedua ruang ini memiliki perbedaan-perbedaan : ruang politik kelembagaan berfokus pada urusan pertumbuhan ekonomi, peringkat laik investasi, tata kelola pemerintahan yang baik, dan indeks perspesi korupsi. Ibaratnya ruang politik kelembagaan ini bekerja di dalam ruangan yang berpendingin, steril dari segenap isu akar rumput yang kumuh.

Sebaliknya berbeda dengan ruang politik kelembagaan, ruang politik yang kedua bekerja di jalan tol yang disumbat, lahan yang dirampas, dan bantaran kali yang digusur. Politik di ruang kedua ini tidak terstruktur dan hadir lebih sebagai peristiwa yang mengejutkan, tetapi bermakna

3#
Tentang teori yang berasumsi bahwa Negara adalah transformasi khaos menjadi kosmos. Negara hadir mengubah dari ketidaktertiban sosial menjadi ketertiban politik.

4#
Negara adalah imperatif ketertiban yang dipaksakan kepada demos yang tak terorganisasi. Ini berdampak pada dua hal yang sama dahsyatnya ; pertama, Negara membutuhkan legitimasi abadi gara kekerasan purba yang dilakukannya dapat terlindungi secara etis. Kedua, Negara sejatinya ibarat perawan disarang penyamun. Senantiasa dibayang-bayangi demos yang terus mengancam eksistensinya.

5#
Legitimasi direbut Negara dengan menjalankan politik ruang pertama. Namun, munculnya berbagai kasus seperti kekerasan di Mesuji sampai dengan pembakaran kantor bupati di bima, menunjukkan bahwa politik pertama hanya mendapat tepuk tangan setiap laporan tahunan di parlemen. Politik di ruang kedua sama sekali tak mendapat manfaat dari segenap kemajuan yang digelorakan ruang politik pertama.

6#
Kita harus paham satu hal : wibawa tak dapat dibeli. Kebijakan tak dapat diserahkan kepada konsultan untuk dipikirkan dan dibedaki. Kita juga harus mengerti, politik bukan reproduksi kesan, melainkan produksi sebuah kekinian baru. Setiap pemimpin di negeri ini “harusnya” tak dinilai berdasarkan jumlah iklan yang menampilkan wajahnya.

-------------------------------------------------
kode kliping : F001
jenis kliping : artikel kliping sosial politik
judul : republik tanpa nakhoda
penulis : donny gahral adian
sumber : kompas
tanggal terbit : 31 januari 2012

kliping opini ekonomi

kemarin baca surat kabar kompas (19/12/2011) dan mendapatkan satu opini yang menarik dan cukup inspiratif... dan saya tertarik untuk meng-kliping opini itu yang berjudul : belanja pangkal kaya ? ditulis oleh : muhammad khatib basri... seorang analisis ekonomi muda indonesia.


beberapa point menarik dari opini tersebut, yaitu :

point pertama :
“pepatah kuno : hemat pangkal kaya ternyata menjadi sumber perdebatan antara keynes dan neo classical economics. keyness mengajukan proposisi menarik, yaitu : jika semua orang menabung dalam masa resesi, konsumsi akan turun. akibatnya permintaan agregat dan pertumbuhan ekonomi menurun. dari proposisi ini keyness seakan ingin mengatakan : belanjalah pada saat resesi”

point kedua :
pertanyaan : belanja pangkal kaya ? menjadi penting untuk mencari jawaban dari kemajuan perekonomian negara kita saat ini. munculnya kelas konsumen baru, dari hasil studi bank dunia (2011) bahwa ada 30 juta orang indonesia yang pengeluaran perkapitanya lebih dari 4 dollar as per hari. dikatakan ini hampir setara / sama besar dengan populasi gabungan antara singapura dan malaysia”

point ketiga :
chennery dan syrquin (1975) membenarkan hukum engle : elastisitas pendapatan terhadap permintaan non makanan lebih besar dari 1. kenaikan pendapatan per kapita sebesar 1 persen akan meningkatkan permintaan konsumsi non makanan lebih dari 1 persen.

point keempat :
sejalan dengan pendapatan per kapita, konsumsi kan bergeser dari “kebutuhan” (seperti makanan) ke “keinginan”. ini menjelaskan mengapa penjualan mobil, sepeda motor, telepon selular dan rumah naik tajam. kenaikan pendapatan per kapita akan meningkatkan permintaan terhadap jasa jauh lebih cepat dibandingkan dengan sektor manufaktor.

point kelima :
namun, dalam jangka panjang, kita tidak bisa hidup hanya mengandalkan pepatah : belanja pangkal kaya. kita bisa belajar dari krisis eropa dan amerika serikat yang timbul akibat dari “besar pasak dari pada tiang”. disini argumen neo-classic tentang pentingnya tabungan menjadi benar. tabungan berlimpah akan membuat biaya investasi turun, yang pada gilirannya akan mendorong investasi. tampaknya kita memang masih perlu bekerja keras sebelum bersenang-senang. seperti pepatah yang masih relevan hingga kini : berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian.

kode kliping : E030
jenis kliping : artikel kliping sosial ekonomi
judul : hemat pangkal kaya
penulis : muhammad chatib bisri
sumber : kompas
tanggal terbit : 19 desember 2011

kliping berita : mendadak demam beckham

hampir satu bulan tidak membuat postingan di blog ini... kangen juga untuk membuat postingan lagi. he..he... untuk memulai postingan perdana di bulan desember ini, saya akan posting kliping berita tentang kedatangan david beckham bersama tim-nya la galaxy... dengan judul berita yang menarik : jakarta mendadak demam beckham... (kompas, 30/11/2011) menarik perhatian saya untuk menjadikannya kliping dan mempostingnya di blog ini.

kedatangan beckham ternyata disambut histeris oleh sebagian orang di jakarta sana. kebetulan tinggal di daerah, jauh di jakarta dan juga tidak memiliki kesempatan plus kemampuan untuk bisa ketemu beckham. membaca berita tersebut, saya menilai aneh juga ya orang jakarta sampai segitunya dengan beckham... mungkin karena saya bukan fans-nya beckham jadi menganggap tidak ada yang istimewa yang perlu di histeris-kan...he...he...

tapi kenapa saya tertarik untuk menjadikan berita tersebut sebagai kliping ? berita tersebut menarik sebagai gambaran dari fenomena sosial budaya masyarakat indonesia saat ini...

kliping di hari pahlawan....


pemerintah menganugerahkan tujuh gelar pahlawan nasional jelang peringatan hari pahlawan tahun 2011, berdasarkan keppres nomor 113/tk/tahun 2011 tanggal 7 nopember.

ketujuh pahlawan baru itu adalah :

mr. syafruddin prawiranegara (pejuang jawa barat)
dr. kh. ideham chalid (kalsel)
buya hamka (sumbar)
ki sarmidi mangunsarkoro (jogyakarta)
i gusti ketut puja (bali)
sri susuhunan pakubuwono x (jateng)
ij kasimo (jogyakarta)

-----------------------------------------------------
kode kliping : E028
jenis kliping : artikel kliping sosial budaya
judul : idham chalid pahlawan nasional
penulis : radar banjarmasin
sumber : radar banjarmasin
tanggal terbit : 9 nopember 2011